Results 1 to 3 of 3

Thread: pohon apel1424 days old

  1. #1
    coqi's Avatar
    [ds2] Chief Officer

    Status
    Offline
    Join Date
    Nov 2012
    Location
    depok n binjai
    Posts
    2,798
    Gender

    Follow Me
    @si_coqi
    Thanks
    537
    Thanked 325 Times in 147 Posts

    Achievements:
    Three FriendsCreated Album picturesOverdriveRecommendation First ClassTagger Second Class

    pohon apel

    Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang
    senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang
    memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di
    keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon
    apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

    Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak
    lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia
    mendatangi pohon apel.

    Wajahnya tampak sedih.

    "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.
    "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak
    lelaki itu.
    "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk
    membelinya."
    Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau
    boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan
    uang untuk membeli mainan kegemaranmu. "

    Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang
    ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak
    lelaki tak pernah datang lagi.

    Pohon apel itu kembali sedih.

    Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang
    melihatnya datang.

    "Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel..
    "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.
    "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk
    tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"
    "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua
    dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel.

    Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel
    itu dan pergi dengan gembira.

    Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang,
    tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.
    Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

    Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa
    sangat bersuka cita menyambutnya.

    "Ayo bermain-main lagi denganku." kata pohon apel.
    "Aku sedih," kata anak lelaki itu.
    "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan
    berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
    "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku
    dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar
    dan bersenang-senanglah ."

    Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat
    kapal yang diidamkannya. ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi
    datang menemui pohon apel itu.

    Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

    "Maaf anakku," kata pohon apel itu.
    "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
    "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu."
    Jawab anak lelaki itu.
    "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." Kata
    pohon apel.
    "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu.
    "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan
    padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat
    ini." Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
    "Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki.
    "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah
    setelah sekian lama meninggalkanmu. "
    "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat
    terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di
    pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."

    Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu
    sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

    Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita.
    Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
    Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang
    ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.
    Tak peduli apapun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk
    memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.
    Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat
    kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang
    tua kita.
    DuniaSex Episode-2
    Yacht | "Let's Cruise To Fantasy Community"

    Keep Enjoying the Cruise

  2. Members berikut yang memberikan 'Thanks' kepada coqi untuk Thread ini:

    krokro (12-04-2013)

  3. #2
    ordinary's Avatar
    [ds2] Silver Class

    Status
    Offline
    Join Date
    Jan 2013
    Location
    surabaya
    Posts
    39
    Gender

    Thanks
    1
    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Achievements:
    1 year registered500 Experience Points

    Re: pohon apel

    Nice story. Untungnya ortu ane bukan pohon Apple.

    Tapatalk2

  4. #3
    setankredit's Avatar
    [ds2] Mate of Honor

    Status
    Offline
    Join Date
    Nov 2012
    Location
    surabaya coret
    Posts
    4,850
    Gender

    Thanks
    516
    Thanked 291 Times in 98 Posts

    Achievements:
    Three Friends10000 Experience PointsRecommendation First ClassVeteran

    Re: pohon apel

    Ketika kita punya kehidupan sendiri terkadang kita lupa dengan orang laen..

    Sent using Tapatalk 2
    APABILA RAGU-RAGU LEBIH BAIK KEMBALI

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •