BUDAYA minum kopi ataupun teh menjadi sebuah pemandangan yang lazim ditemui di sudut-sudut kota besar dalam suasana warung kopi. Hal yang sama juga berlaku untuk secangkir teh. Bahkan budaya menyeruput secangkir kopi atau teh ini dapat dijumpai hingga ke pelosok-pelosok negeri. Kini perkembangannya mulai merambah ke dalam pusat perbelanjaan modern. Contohnya Killiney Kopitiam. Layaknya sebuah kedai dengan sentuhan kayu yang kental, Killiney Kopitiam di Trans Studio Mall, menawarkan sajian kopi dan teh dalam kemasan yang berbeda.


Namanya kopi tarik (Coffee Tariek) dan teh tarik (Tea Tariek). Sesuai dengan namanya, kopi tarik dan teh tarik ini awal mulanya berasal dari Singapura dan Malaysia. Proses pencampuran antara kopi atau teh dengan susu ini menggunakan ceret bercorong panjang. Setelah bercampur, kemudian dipindahkan ke dalam wadah lainnya. Kopi atau teh yang telah bercampur susu tersebut akan dipindahkan lagi berulang-ulang ke wadah lain, hingga bercampur dengan sempurna.

"Atraksi memindahkan campuran dalam dua wadah yang berbeda ini tampak seperti orang yang sedang menarik-narik tali. Itulah sebabnya dinamakan kopi tarik ataupun teh tarik," kata Manager Killiney Kopitiam Makassar, Ahmad Soleh.

Untuk melakukan proses pembuatan teh ataupun kopi tarik ini, dibutuhkan kemampuan khusus. Jika tidak, campuran kopi atau teh dengan susu ini akan tumpah. Alhasil tidak akan menghasilkan buih-buih dipermukaan kopi maupun teh.

Atraksi "tarik-menarik" kopi maupun teh ini dilakukan dalam open kitchen. Sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan unik ini sembari menunggu pesanan selesai.

Percampuran sempurna antara kopi atau teh dengan susu segar ini dapat disajikan dalam keadaan panas ataupun dingin. Untuk mendapatkan rasa dingin, tinggal menambahkan es batu. Hasilnya, tentu saja luar biasa enaknya. Apalagi, buih-buih yang muncul dipermukaan kopi atau teh tarik ini menambah harum aroma sajian minuman ini. Proses penarikan juga membantu mendinginkan suhu minuman dan memberikan lapisan busa lembut di permukaan minuman.

"Untuk menghasilkan taste (rasa, red) yang sesuai dengan daerah asalnya, kita memakai bahan-bahan impor dari Singapura. Jadi rasa maupun aroma yang dihasilkan sama enaknya ketika mencicipi sajian ini di negara asal. Tidak perlu jauh-jauh lagi, karena di Makassar sudah ada," papar Ahmad.

Sekadar informasi meminum kopi dan teh secara teratur ternyata mampu mengurangi resiko terkena penyakit jantung secara signifikan. Asupan dua minuman ini secara moderat mampu menurunkan peluang kematian akibat penyakit kardioivaskular hingga seperlima.

Selain manfaatnya mencegah penyakit jantung, minum kopi dan teh juga tidak meningkatkan risiko penyakit lainnya seperti stroke.

Dr. Yvonne van der Schouw, profesor penyakit kronis di Pusat Kesehatan Universitas Utrecht Belanda mengungkapkan hasil sebuah studi yang digelar terhadap 37.514 orang selama 13 tahun untuk memantau penyakit jantung dan kematian.

Peneliti menemukan, mereka yang minum tiga-enam cangkir teh atau kopi, 45 persen lebih sedikit resikonya menderita masalah jantung dibandingkan mereka yang minum kopi atau teh kurang dari satu cangkir setiap hari. Namun jangan berlebihan, sebab mengonsumsi lebih dari enam cangkir tek atau kopi per hari malah meningkatkan resiko penyakit jantung.