Results 1 to 9 of 9
  1. #1
    doyo's Avatar
    [ds2] C A D E T

    Status
    Offline
    Join Date
    Nov 2012
    Location
    jakarta
    Posts
    1,589
    Gender

    Thanks
    22
    Thanked 36 Times in 23 Posts

    Achievements:
    Three Friends1000 Experience PointsRecommendation Second Class1 year registered

    Sultan Yogya dan Brigadir Polisi ( Sebuah Kisah Nyata )

    Kota batik Pekalongan di pertengahan tahun 1960an menyambut fajar dengan kabut tipis , pukul setengah enam pagi polisi muda Royadin yang belum genap seminggu mendapatkan kenaikan pangkat dari agen polisi kepala menjadi brigadir polisi sudah berdiri di tepi posnya di kawasan Soko dengan gagahnya. Kudapan nasi megono khas pekalongan pagi itu menyegarkan tubuhnya yang gagah berbalut seragam polisi dengan pangkat brigadir.

    Becak dan delman amat dominan masa itu , persimpangan Soko mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir. Dari arah selatan dan membelok ke barat sebuah sedan hitam ber plat AB melaju dari arah yang berlawanan dengan arus becak dan delman . Brigadir Royadin memandang dari kejauhan ,sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju kearahnya. Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi posnya, ayunan tangan kedepan dengan posisi membentuk sudut Sembilan puluh derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah sedan tahun lima puluhan yang amat jarang berlalu di jalanan pekalongan berhenti dihadapannya.

    Saat mobil menepi , brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan memberi hormat.

    “Selamat pagi!” Brigadir Royadin memberi hormat dengan sikap sempurna . “Boleh ditunjukan rebuwes!” Ia meminta surat surat mobil berikut surat ijin mengemudi kepada lelaki di balik kaca , jaman itu surat mobil masih diistilahkan rebuwes.

    Perlahan , pria berusia sekitar setengah abad menurunkan kaca samping secara penuh.

    “Ada apa pak polisi ?” Tanya pria itu. Brigadir Royadin tersentak kaget , ia mengenali siapa pria itu . “Ya Allah…sinuwun!” kejutnya dalam hati . Gugup bukan main namun itu hanya berlangsung sedetik , naluri polisinya tetap menopang tubuh gagahnya dalam sikap sempurna.

    “Bapak melangar verbodden , tidak boleh lewat sini, ini satu arah !” Ia memandangi pria itu yang tak lain adalah Sultan Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dirinya tak habis pikir , orang sebesar sultan HB IX mengendarai sendiri mobilnya dari jogja ke pekalongan yang jauhnya cukup lumayan., entah tujuannya kemana.

    Setelah melihat rebuwes , Brigadir Royadin mempersilahkan Sri Sultan untuk mengecek tanda larangan verboden di ujung jalan , namun sultan menolak.

    “ Ya ..saya salah , kamu benar , saya pasti salah !” Sinuwun turun dari sedannya dan menghampiri Brigadir Royadin yang tetap menggengam rebuwes tanpa tahu harus berbuat apa.

    “ Jadi…?” Sinuwun bertanya , pertanyaan yang singkat namun sulit bagi brigadir Royadin menjawabnya .

    “Em..emm ..bapak saya tilang , mohon maaf!” Brigadir Royadin heran , sinuwun tak kunjung menggunakan kekuasaannya untuk paling tidak bernegosiasi dengannya, jangankan begitu , mengenalkan dirinya sebagai pejabat Negara dan Rajapun beliau tidak melakukannya.

    “Baik..brigadir , kamu buatkan surat itu , nanti saya ikuti aturannya, saya harus segera ke Tegal !” Sinuwun meminta brigadir Royadin untuk segera membuatkan surat tilang. Dengan tangan bergetar ia membuatkan surat tilang, ingin rasanya tidak memberikan surat itu tapi tidak tahu kenapa ia sebagai polisi tidak boleh memandang beda pelanggar kesalahan yang terjadi di depan hidungnya. Yang paling membuatnya sedikit tenang adalah tidak sepatah katapun yang keluar dari mulut sinuwun menyebutkan bahwa dia berhak mendapatkan dispensasi. “Sungguh orang yang besar…!” begitu gumamnya.

    Surat tilang berpindah tangan , rebuwes saat itu dalam genggamannya dan ia menghormat pada sinuwun sebelum sinuwun kembali memacu Sedan hitamnya menuju ke arah barat, Tegal.

    Beberapa menit sinuwun melintas di depan stasiun pekalongan, brigadir royadin menyadari kebodohannya, kekakuannya dan segala macam pikiran berkecamuk. Ingin ia memacu sepeda ontelnya mengejar Sedan hitam itu tapi manalah mungkin. Nasi sudah menjadi bubur dan ketetapan hatinya untuk tetap menegakkan peraturan pada siapapun berhasil menghibur dirinya.

    Saat aplusan di sore hari dan kembali ke markas , Ia menyerahkan rebuwes kepada petugas jaga untuk diproses hukum lebih lanjut.,Ialu kembali kerumah dengan sepeda abu abu tuanya.

    Saat apel pagi esok harinya , suara amarah meledak di markas polisi pekalongan , nama Royadin diteriakkan berkali kali dari ruang komisaris. Beberapa polisi tergopoh gopoh menghampirinya dan memintanya menghadap komisaris polisi selaku kepala kantor.

    “Royadin , apa yang kamu lakukan ..sa’enake dewe ..ora mikir ..iki sing mbok tangkep sopo heh..ngawur..ngawur!” Komisaris mengumpat dalam bahasa jawa , ditangannya rebuwes milik sinuwun pindah dari telapak kanan kekiri bolak balik.

    “ Sekarang aku mau Tanya , kenapa kamu tidak lepas saja sinuwun..biarkan lewat, wong kamu tahu siapa dia , ngerti nggak kowe sopo sinuwun?” Komisaris tak menurunkan nada bicaranya.

    “ Siap pak , beliau tidak bilang beliau itu siapa , beliau ngaku salah ..dan memang salah!” brigadir Royadin menjawab tegas.

    “Ya tapi kan kamu mestinya ngerti siapa dia ..ojo kaku kaku , kok malah mbok tilang..ngawur ..jan ngawur….Ini bisa panjang , bisa sampai Menteri !” Derai komisaris. Saat itu kepala polisi dijabat oleh Menteri Kepolisian Negara.

    Brigadir Royadin pasrah , apapun yang dia lakukan dasarnya adalah posisinya sebagai polisi , yang disumpah untuk menegakkan peraturan pada siapa saja ..memang Koppeg(keras kepala) kedengarannya.

    Kepala polisi pekalongan berusaha mencari tahu dimana gerangan sinuwun , masih di Tegalkah atau tempat lain? Tujuannya cuma satu , mengembalikan rebuwes. Namun tidak seperti saat ini yang demikian mudahnya bertukar kabar , keberadaa sinuwun tak kunjung diketahui hingga beberapa hari. Pada akhirnya kepala polisi pekalongan mengutus beberapa petugas ke Jogja untuk mengembalikan rebuwes tanpa mengikut sertakan Brigadir Royadin.

    Usai mendapat marah , Brigadir Royadin bertugas seperti biasa , satu minggu setelah kejadian penilangan, banyak teman temannya yang mentertawakan bahkan ada isu yang ia dengar dirinya akan dimutasi ke pinggiran kota pekalongan selatan.

    Suatu sore , saat belum habis jam dinas , seorang kurir datang menghampirinya di persimpangan soko yang memintanya untuk segera kembali ke kantor. Sesampai di kantor beberapa polisi menggiringnya keruang komisaris yang saat itu tengah menggengam selembar surat.

    “Royadin….minggu depan kamu diminta pindah !” lemas tubuh Royadin , ia membayangkan harus menempuh jalan menanjak dipinggir kota pekalongan setiap hari , karena mutasi ini, karena ketegasan sikapnya dipersimpangan soko .

    “ Siap pak !” Royadin menjawab datar.

    “Bersama keluargamu semua, dibawa!” pernyataan komisaris mengejutkan , untuk apa bawa keluarga ketepi pekalongan selatan , ini hanya merepotkan diri saja.

    “Saya sanggup setiap hari pakai sepeda pak komandan, semua keluarga biar tetap di rumah sekarang !” Brigadir Royadin menawar.

    “Ngawur…Kamu sanggup bersepeda pekalongan – Jogja ? pindahmu itu ke jogja bukan disini, sinuwun yang minta kamu pindah tugas kesana , pangkatmu mau dinaikkan satu tingkat.!” Cetus pak komisaris , disodorkan surat yang ada digengamannya kepada brigadir Royadin.

    Surat itu berisi permintaan bertuliskan tangan yang intinya : “ Mohon dipindahkan brigadir Royadin ke Jogja , sebagai polisi yang tegas saya selaku pemimpin Jogjakarta akan menempatkannya di wilayah Jogjakarta bersama keluarganya dengan meminta kepolisian untuk menaikkan pangkatnya satu tingkat.” Ditanda tangani sri sultan hamengkubuwono IX.

    Tangan brigadir Royadin bergetar , namun ia segera menemukan jawabannya. Ia tak sangup menolak permntaan orang besar seperti sultan HB IX namun dia juga harus mempertimbangkan seluruh hidupnya di kota pekalongan .Ia cinta pekalongan dan tak ingin meninggalkan kota ini .

    “ Mohon bapak sampaikan ke sinuwun , saya berterima kasih, saya tidak bisa pindah dari pekalongan , ini tanah kelahiran saya , rumah saya . Sampaikan hormat saya pada beliau ,dan sampaikan permintaan maaf saya pada beliau atas kelancangan saya !” Brigadir Royadin bergetar , ia tak memahami betapa luasnya hati sinuwun Sultan HB IX , Amarah hanya diperolehnya dari sang komisaris namun penghargaan tinggi justru datang dari orang yang menjadi korban ketegasannya.

    July 2010 , saat saya mendengar kepergian purnawirawan polisi Royadin kepada sang khalik dari keluarga dipekalongan , saya tak memilki waktu cukup untuk menghantar kepergiannya . Suaranya yang lirih saat mendekati akhir hayat masih saja mengiangkan cerita kebanggaannya ini pada semua sanak family yang berkumpul. Ia pergi meninggalkan kesederhanaan perilaku dan prinsip kepada keturunannya , sekaligus kepada saya selaku keponakannya. Idealismenya di kepolisian Pekalongan tetap ia jaga sampai akhir masa baktinya , pangkatnya tak banyak bergeser terbelenggu idealisme yang selalu dipegangnya erat erat yaitu ketegasan dan kejujuran .

    Hormat amat sangat kepadamu Pak Royadin, Sang Polisi sejati . Dan juga kepada pahlawan bangsa Sultan Hamengkubuwono IX yang keluasan hatinya melebihi wilayah negeri ini dari sabang sampai Merauke
    DuniaSex Episode-2
    Yacht | "Let's Cruise To Fantasy Community"

    Keep Enjoying the Cruise

  2. The Following 4 Users Say Thank You to doyo For This Useful Post:

    Axl (11-12-2012),Dogminer2 (10-12-2012),hareudang (25-12-2012),[BEJO] (23-12-2012)

  3. #2
    biang_kerok's Avatar
    [ds2] Mate of Honor

    Status
    Offline
    Join Date
    Oct 2012
    Location
    jakarta
    Posts
    958
    Gender

    Follow Me
    @biangkerok665
    Thanks
    54
    Thanked 72 Times in 33 Posts

    Achievements:
    Three FriendsYour first GroupRecommendation Second Class5000 Experience PointsVeteran

    Re: Sultan Yogya dan Brigadir Polisi ( Sebuah Kisah Nyata )

    dalem..dan inspiratif buat para pemimpin di jaman sekarang nech kudu seperti itu....nice share Oom
    You Never Walk Alone

  4. #3
    Dogminer2's Avatar
    [ds2] C A D E T

    Status
    Offline
    Join Date
    Oct 2012
    Location
    Masih Di Bumi
    Posts
    3,065
    Gender

    Thanks
    537
    Thanked 975 Times in 103 Posts

    Achievements:
    Three FriendsYour first GroupTagger First ClassCreated Album picturesRecommendation Second Class

    Re: Sultan Yogya dan Brigadir Polisi ( Sebuah Kisah Nyata )

    Sosok Sultan HB IX ... sosok idolah saya ... sosok panutan ... Semoga saja ada Royadin2 Muda saat ini yg Berani dan Tegas








    Nice Story Bro ... Ampe terharu bacanya
    "Blessed are those That can Give without Remembering and Receive without Forgetting"
    "Mereka yang dapat Memberi tanpa Mengingat, dan Menerima tanpa Melupakan akan Diberkati"

  5. #4
    cipoy's Avatar
    [ ds2 ] Tukang Jalan

    Status
    Offline
    Join Date
    Nov 2012
    Location
    Di atas Trotoar
    Age
    34
    Posts
    2,190
    Gender

    Thanks
    318
    Thanked 462 Times in 106 Posts

    Achievements:
    Three FriendsTagger First ClassCreated Album pictures10000 Experience PointsVeteran
    Awards:
    Master Tagger

    Re: Sultan Yogya dan Brigadir Polisi ( Sebuah Kisah Nyata )

    Ketegasan royaldin yg patut dijadikan contoh, karna sekarang ini klo org besar salah penegak hukum gak berani macam2

    Kebijaksanaan sultan membuat ia semakin di segani dan jadi panutan masyarakat, emg dari dulu Sultan HB I dan ke Sultan HB IX yang emg paling ane kagumi. sampe bekaca2 ane bro. thanks ya


  6. #5
    doyo's Avatar
    [ds2] C A D E T

    Status
    Offline
    Join Date
    Nov 2012
    Location
    jakarta
    Posts
    1,589
    Gender

    Thanks
    22
    Thanked 36 Times in 23 Posts

    Achievements:
    Three Friends1000 Experience PointsRecommendation Second Class1 year registered

    Re: Sultan Yogya dan Brigadir Polisi ( Sebuah Kisah Nyata )

    Quote Originally Posted by biang_kerok View Post
    dalem..dan inspiratif buat para pemimpin di jaman sekarang nech kudu seperti itu....nice share Oom
    Semoga bisa jadi teladan buat para pemimpin ya om?

    Quote Originally Posted by Dogminer2 View Post
    Sosok Sultan HB IX ... sosok idolah saya ... sosok panutan ... Semoga saja ada Royadin2 Muda saat ini yg Berani dan Tegas

    Nice Story Bro ... Ampe terharu bacanya
    Sama beliau juga salah satu tokoh idola saya...

    Quote Originally Posted by co_casanova View Post
    Sulta HB IX memang orangnya bijak dan kadang2 sering pergi sendirian tanpa pengawal. Ktnya bbrp orang menjumpai beliau hanya mengenakan caping kyk petani dan tdk memakai pakaian kebesarannya.

    Cerita yg bagus bro jadi terharu bacanya. Nggak tau knp kok jadi keluar air mata ya
    Salah satu tokoh yang bisa kita tiru keteladanannya.

    Quote Originally Posted by cipoy View Post
    Ketegasan royaldin yg patut dijadikan contoh, karna sekarang ini klo org besar salah penegak hukum gak berani macam2

    Kebijaksanaan sultan membuat ia semakin di segani dan jadi panutan masyarakat, emg dari dulu Sultan HB I dan ke Sultan HB IX yang emg paling ane kagumi. sampe bekaca2 ane bro. thanks ya
    Sama-sama bro.
    DuniaSex Episode-2
    Yacht | "Let's Cruise To Fantasy Community"

    Keep Enjoying the Cruise

  7. #6
    coqi's Avatar
    [ds2] Chief Officer

    Status
    Offline
    Join Date
    Nov 2012
    Location
    depok n binjai
    Posts
    2,798
    Gender

    Follow Me
    @si_coqi
    Thanks
    537
    Thanked 325 Times in 147 Posts

    Achievements:
    Three FriendsCreated Album picturesOverdriveRecommendation First ClassTagger Second Class

    Re: Sultan Yogya dan Brigadir Polisi ( Sebuah Kisah Nyata )

    cerita yg sangat menyentuh.
    thanks atas sharingnya sob,
    semoga di negara ini masih ada `royaldin-royaldin` lainnya.
    DuniaSex Episode-2
    Yacht | "Let's Cruise To Fantasy Community"

    Keep Enjoying the Cruise

  8. #7
    si_entong's Avatar
    [ds2] C A D E T

    Status
    Offline
    Join Date
    Oct 2012
    Location
    dihatiMu
    Posts
    1,850
    Gender

    Thanks
    18
    Thanked 120 Times in 26 Posts

    Achievements:
    Three FriendsTagger Second ClassYour first GroupVeteran10000 Experience Points

    Re: Sultan Yogya dan Brigadir Polisi ( Sebuah Kisah Nyata )

    Kalau sekarang pejabat arogan, bawahan penjilat.

  9. #8
    doyo's Avatar
    [ds2] C A D E T

    Status
    Offline
    Join Date
    Nov 2012
    Location
    jakarta
    Posts
    1,589
    Gender

    Thanks
    22
    Thanked 36 Times in 23 Posts

    Achievements:
    Three Friends1000 Experience PointsRecommendation Second Class1 year registered

    Re: Sultan Yogya dan Brigadir Polisi ( Sebuah Kisah Nyata )

    Quote Originally Posted by coqi View Post
    cerita yg sangat menyentuh.
    thanks atas sharingnya sob,
    semoga di negara ini masih ada `royaldin-royaldin` lainnya.
    masih ada kah yang seperti pak royadin?

    Quote Originally Posted by si_entong View Post
    Kalau sekarang pejabat arogan, bawahan penjilat.
    emang enak om kalo jilat bagian bawah..hehehe
    DuniaSex Episode-2
    Yacht | "Let's Cruise To Fantasy Community"

    Keep Enjoying the Cruise

  10. #9
    Ngatijo's Avatar
    [ds2] C A D E T

    Status
    Offline
    Join Date
    Oct 2012
    Location
    dimana saja yg membuatku nyaman
    Posts
    617
    Gender

    Thanks
    34
    Thanked 69 Times in 16 Posts

    Achievements:
    Three FriendsVeteran5000 Experience Points

    Re: Sultan Yogya dan Brigadir Polisi ( Sebuah Kisah Nyata )

    berbibcara tentang Beliau,ane ada sedikit cerita, ane pernah bermimpi beberapa kali ketemu dengan Beliau dan anaknya Sultan HB X,padahal ane nota bene bukan org asli jogja,tapi kok beberapa kali ane ketemu dan ngobrol2 dengan beliau(tapi sebelumnya ane ga tau menahu kalo itu adalah Ngarso Dalem Sri Sultan HB IX,nanti bertemu dengan anaknya,Ngarso Dalem ke X,dan ngobrol2,barulah ane tahu kalo itu adalah ayahanda/Romo dr Ngarso Dalem X)dan pas terakhir,saya bertemu dengan anaknya, Sultan HB X,ceritanya sih ane di bawa ke suatu tempat,di tempat itu suasananya cukup damai, hanya ada 3 pohon besar dan satu aliran sungai yang sangat tenang,disitu Beliau berpesan agar ane duduk disalah satu pohon,tunggulah disitu sampe saya datang kembali menjemputmu,semenjak saat itu,setiap ada acara yang di selenggarakan oleh pihak keraton,ane selalu bisa tembus sampai ke dalam penjagaan Ring satu tampa hambatan yg berarti. antara percaya ga percaya,ane sempat mlipir berjalan dan lgsg pada posisi depan Ngarso Dalem X untuk menuju ke kendaraannya dan ane sendiri yang membukakan pintu mobil bagian belakang dan memperkenankan kepada beliau untung masuk dan lenggah di dalam kendaraannya miliknya,dan itu tampa teguran sama sekali dari pihak keamanan keraton maupun dari aparatur terkait,kalo ga salah kejadiannya pas acara kundur gongso,yang bertempat di wilayah masjid kauman,Yogyakarta.

    itu sedikit dari kisah ane selama maen di keraton Ngayogjokarto Hadininggrat.
    Last edited by Ngatijo; 24-12-2012 at 11:04 AM.
    Tak Perlu Kata Untuk Ungkapkan Rasa, Karena Senja Cukup Membaca Mata
    PLEASE SAY NO TO DRUGS!



Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •