Results 1 to 1 of 1

Thread: Bekerja dan Berhenti :D1498 days old

  1. #1
    cacing_imut's Avatar
    [ds2] C A D E T

    Status
    Offline
    Join Date
    Oct 2012
    Location
    Diantara Surga & Neraka
    Posts
    2,104
    Gender

    Thanks
    370
    Thanked 389 Times in 107 Posts

    Achievements:
    Three FriendsTagger Second ClassRecommendation Second Class10000 Experience PointsVeteran

    Bekerja dan Berhenti :D

    Seorang penyanyi terkenal suatu saat didatangi dan disanjung oleh para pengagumnya. Ia menuturkan banyak waktu terbuang demi karirnya. “Ketika masih muda, saya berusaha keras mendaki puncak karierku. Saat itu saya seperti layaknya seekor kuda yang sedang menempuh jalur perlombaan; tak ada sesuatu yang lain yang mampu menarik perhatiannya kecuali garis finish”.

    Melihatku yang sedemikian sibuk, lanjut penyanyi itu, nenekku memberikan nasihat; “Anakku, jangan berjalan terlalu cepat. Karena sepanjang jalanmu ada banyak pemandangan menarik”.

    Namun aku tak pernah mendengarkan kata-katanya. Dalam hatiku aku berpikir, bila seseorang telah melihat secara jelas arah perjalanannya, mengapa harus menyia-nyiakan waktu untuk sekedar berhenti sejenak? Dengan pikiran yang demikian, aku terus berlari ke depan.

    Tahun silih berganti dan saya memperoleh kedudukan, nama serta harta yang diinginkan sejak lama. Aku juga memiliki sebuah keluarga yang amat saya cintai. Namun aku tak pernah merasa bahagia. Aku heran dan terus bertanya, di manakah letak kesalahannya sehingga aku tak bahagia?

    Setelah diam cukup lama, penyanyi itu melanjutkan, “Suatu saat, kelompok musik kami ikut pentasan di luar daerah. Akulah penyanyi utamanya. Setelah selesai pentasan, semua yang hadir bertepuk tangan bersorak-sorai tanpa henti. Pentas saat itu sangatlah berhasil. Namun saat orang sedang bersorak-sorai itulah aku dilanda kesedihan mendalam”.

    Seseorang memberikan telegram kepadaku yang dikirim oleh isteriku. Anak kami yang keempat baru saja dilahirkan. Setiap kali anak-anakku dilahirkan saya selalu berada jauh dari isteriku, cuma dialah yang harus menanggung beban penderitaan seorang diri.

    Aku tidak pernah melihat bagaimana anak-anakku mulai membuat langkah pertama, belum pernah mendengar bagaimana mereka tertawa atau menangis. Aku hanya mendengar semuanya itu dari cerita ibunya. Kata-kata nenekku kini terngiang lagi di telingaku.

    Sungguh, aku telah kehilangan banyak teman, sudah lama aku tak pernah menyentuh buku-buku, dan serasa hampir seabad aku tak pernah menikmati indahnya bunga yang sedang mekar di taman atau hijaunya pohon-pohon serta merdunya kicau burung. Aku terlampau sibuk. Aku kehilangan waktu yang berharga dengan keluarga dan kerabatku!!!!!

    Seorang bijak berkata; “Kita tak dapat hidup hanya dengan berpikir tanpa bekerja. Namun hidup ini menjadi amat tak berarti bila kita bekerja seperti sebuah mesin yang bergerak tanpa henti. Kita butuh waktu luang untuk menilai kembali masa silam, serta menentukan arah masa depan yang baru. Bekerja dan berhenti harus seimbang agar hidup ini lebih berarti"
    hidup itu seperti berjalan menapaki tangga, apakah kita hanya fokus menapaki tangga itu agar cepat sampai dipuncak atau anda bisa mencoba sejenak menyapa teman anda bersama menapaki tangga itu atau sejenak melihat pemandangan di sekitar tangga itu... itu adalah sebuah pilihan hidup.
    Saya hanya seorang fotographer mesum.
    yang mencari dan mengabadikan keindahan
    dengan cara saya sendiri

  2. Members berikut yang memberikan 'Thanks' kepada cacing_imut untuk Thread ini:

    Koko Bae (02-11-2012)

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •