Results 1 to 2 of 2
  1. #1
    Gembel_semarang's Avatar
    [ds2] Platinum Class

    Status
    Offline
    Join Date
    Feb 2013
    Location
    Semarang
    Posts
    143
    Gender

    Thanks
    2
    Thanked 18 Times in 10 Posts

    Achievements:
    1000 Experience PointsThree FriendsVeteran

    Kondisi Ini Dapat Mengancam Performa Pria Ketika Bercinta

    Jakarta, Kebanyakan pria selalu tampak percaya diri jika berurusan dengan kehidupan seksualnya. Akan tetapi, sebenarnya pria juga memiliki kecemasan terhadap beberapa kondisi yang dapat mengganggu kinerjanya ketika bercinta, seperti gangguan ereksi dan lain sebagainya.

    Berikut ini adalah 5 kondisi yang paling mengancam performa dan kinerja pria ketika berhubungan seksual, seperti dilansir Mensfitness, Kamis (31/1/2013) antara lain:

    1. Disfungsi Ereksi
    Disfungsi ereksi lebih dikenal dengan istilah impotensi, yaitu kondisi dimana seorang pria tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi untuk melakukan hubungan seks. Untuk mempertahankan ereksi, penis membutuhkan aliran darah yang baik.

    Oleh karena itu, disfungsi ereksi bisa menjadi tanda awal penyakit jantung atau gangguan pembuluh darah. Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan pasien pria dengan penyakit jantung yang dirawat di rumah sakit, mengalami disfungsi ereksi 3 sampai 5 tahun sebelum diagnosa penyakit jantung.

    Pengobatan untuk disfungsi ereksi harus dilakukan dengan mengubah kebiasaan Anda, seperti menurunkan berat badan, mengontrol kadar kolesterol, berhenti merokok dan menghindari faktor risiko lain untuk penyakit jantung. Beberapa obat seperti Viagra, Levitra, dan Cialis dapat diresepkan oleh dokter untuk mengatasi disfungsi ereksi.

    2. Sindrom Defisiensi Testosteron
    Sindrom defisiensi testosteron atau hipogonadisme tidak hanya dapat mempengaruhi kinerja seksual seorang pria, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan tulang, tingkat energi, kekuatan otot, dan suasana hati.

    Jika Anda mengalami kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi, dokter dapat melakukan tes darah sederhana untuk mengetahui apakah kadar testosteron Anda rendah. Jika Anda mengalami sindrom difisiensi testosteron, dokter mungkin akan menyarankan terapi penggantian hormon testosteron.

    Penggunaan gel testosteron juga dapat membantu meringankan gejala. Tidak semua pria dengan kadar testosteron rendah menunjukkan gejala-gejala seperti mudah lelah, suasana hati yang buruk dan gairah sekual yang rendah, sehingga Anda mungkin perlu memeriksakannya,

    3. Penyakit Peyronie (Penis melengkung)
    Penyakit Peyronie menyebabkan penyempitan atau kelengkungan penis. Jika kondisinya semakin parah, penis akan terasa sakit saat ereksi dan menghalangi Anda untuk berhubungan seks. Deformasi penis tersebut disebabkan oleh jaringan parut yang mungkin terjadi karena cedera hingga menyebabkan timbulnya benjolan keras di sekitar penis atau lebih sering di sisi atas penis.

    Dalam kebanyakan kasus, nyeri saat ereksi akan menghilang setelah satu atau dua tahun, meskipun kelengkungan penis tetap terjadi. Pengobatan untuk penyakit Peyronie dapat dilakukan dengan cara operasi. Metode baru yang saat ini sedang diuji adalah menyuntikkan senyawa ke dalam jaringan parut untuk meluruskan penis.

    4. Ereksi berkepanjangan (Prapisme)
    Prapisme adalah kondisi dimana penis seseorang mengalami ereksi yang berkepanjangan. Jika ereksi berlangsung hingga lebih dari 4 jam, segeralah mencari bantuan ke rumah sakit. Pengobatan harus segera dilakukan dalam waktu 8 jam sejak penis mulai ereksi untuk menghindari kerusakan permanen pada penis.

    Salah satu penyebab ereksi berkepanjangan adalah karena penggunaan obat untuk mengobati disfungsi ereksi. Meskipun jarang, tetapi pil viagra dapat memiliki efek samping ereksi berkepanjangan, apalagi jika obat tersebut disuntikkan langsung ke penis.

    Prapisme juga dapat terjadi karena penyalahgunaan obat-obatan tertentu seperti kokain. Pilihan pengobatan untuk prapisme termasuk dengan menguras darah berlebih pada penis dengan menggunakan jarum, obat-obatan untuk membatasi aliran darah ke penis, atau operasi.

    5. Disfungsi ejakulasi
    Jenis paling umum dari disfungsi ejakulasi adalah ejakulasi dini, dimana seorang terlalu cepat mengalami ejakulasi setelah mendapat rangsangan seksual. Ejakulasi dini sebenarnya lebih umum terjadi daripada disfungsi ereksi dan paling banyak terjadi pada pria di bawah usia 40 tahun.

    Beberapa perawatan untuk ejakulasi dini antara lain dengan menggunakan anestesi topikal yang diterapkan ke penis untuk menunda ejakulasi dengan mengurangi sensasi.

    Masalah-masalah seksual pria tersebut di atas dapat dicegah, dengan rajin berolahraga, berhenti merokok, makan makanan sehat dan menjaga berat badan. Diet yang tepat dan olahraga teratur dapat meningkatkan kadar testosteron, meningkatkan fungsi seksual, serta mengurangi risiko kesehatan lain, seperti kanker prostat.

    Pria juga perlu melakukan skrining rutin untuk penyakit kardiovaskular atau jantung. Selain itu, pria juga harus menjaga kesehatan psikologisnya dengan segera mengatasi stres. Stres yang kronis juga dapat mengganggu kemampuan ereksi seseorang.
    DuniaSex Episode-2
    Yacht | "Let's Cruise To Fantasy Community"

    Keep Enjoying the Cruise

  2. #2
    aloe vera's Avatar
    [ds2] C A D E T

    Status
    Offline
    Join Date
    Nov 2012
    Posts
    2,869
    Gender

    Thanks
    222
    Thanked 225 Times in 13 Posts

    Achievements:
    Three FriendsCreated Album picturesOverdriveRecommendation Second Class3 months registered

    Re: Kondisi Ini Dapat Mengancam Performa Pria Ketika Bercinta

    nice share mas..

    Semoga bermanfaat buat para pria disini.

    av taunya impotensi dan ejakulasi dini aja seh slama ini.

    Dari semua point diatas ...yang terpenting juga selalu ada komunikasi dalam pasangan supaya bersama2 dapat membantu mensuport jika pasangannya mengalami salah satu dari yang sdh diurai diatas.
    DuniaSex Episode-2
    Yacht | "Let's Cruise To Fantasy Community"

    Keep Enjoying the Cruise

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •